Ibadah umroh menjadi salah satu perjalanan yang sangat diimpikan umat Islam. Agar perjalanan ke Tanah Suci berjalan lancar, calon jamaah perlu mempersiapkan berbagai persyaratan sejak jauh-jauh hari. Persiapan tersebut mencakup dokumen perjalanan, paspor, visa, kesehatan, vaksinasi, biaya, hingga pemilihan penyelenggara perjalanan ibadah umroh atau PPIU.
Syarat daftar umroh terbaru 2026 juga perlu diperhatikan karena ketentuan perjalanan dapat berubah mengikuti kebijakan Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Karena itu, calon jamaah sebaiknya selalu melakukan verifikasi ulang kepada travel resmi atau instansi terkait sebelum melakukan pembayaran dan keberangkatan.
Untuk konteks Indonesia, penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh oleh biro perjalanan dilakukan melalui PPIU yang memiliki izin. Regulasi Kementerian Agama mengenai penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh tercantum dalam PMA Nomor 6 Tahun 2021 yang berstatus berlaku.
Berikut panduan lengkap yang dapat digunakan calon jamaah sebagai referensi.
Apa Saja Syarat Daftar Umroh Terbaru?
Secara umum, calon jamaah perlu mempersiapkan beberapa kelompok persyaratan utama, yaitu:
- Paspor yang masih berlaku.
- Dokumen identitas diri.
- Dokumen administrasi pendaftaran.
- Visa atau izin masuk yang sesuai.
- Persyaratan kesehatan.
- Vaksinasi sesuai ketentuan.
- Pembayaran biaya paket umroh.
- Perjanjian dengan PPIU.
- Dokumen perjalanan dan penerbangan.
- Persiapan manasik dan perlengkapan ibadah.
Persyaratan yang benar-benar diperlukan dapat berbeda berdasarkan jenis visa, kebijakan Arab Saudi, ketentuan PPIU, usia jamaah, kondisi kesehatan, serta waktu keberangkatan.
1. Memiliki Paspor yang Masih Berlaku
Paspor merupakan dokumen utama untuk perjalanan internasional. Calon jamaah harus memastikan paspor masih berlaku dan memenuhi masa berlaku minimum yang dipersyaratkan untuk jenis visa atau perjalanan yang digunakan.
Sebagai contoh, ketentuan eVisa resmi Arab Saudi mensyaratkan paspor memiliki masa berlaku setidaknya enam bulan sejak tanggal masuk ke Arab Saudi. Namun, perlu diperhatikan bahwa eVisa turis hanya tersedia bagi warga negara dari negara yang masuk daftar eligible, dan daftar tersebut perlu diperiksa sebelum menggunakannya sebagai jalur perjalanan umroh.
Karena itu, jamaah Indonesia yang menggunakan paket umroh melalui PPIU sebaiknya mengikuti persyaratan dokumen yang diberikan penyelenggara dan memastikan masa berlaku paspor aman hingga perjalanan selesai.
2. Menyiapkan Dokumen Identitas
Selain paspor, calon jamaah perlu menyiapkan dokumen identitas dan administrasi yang diminta oleh penyelenggara.
Dokumen dapat mencakup:
- KTP.
- Kartu Keluarga.
- Paspor.
- Foto sesuai ketentuan.
- Dokumen keluarga jika diperlukan.
- Dokumen kesehatan.
- Formulir pendaftaran.
- Dokumen tambahan sesuai program perjalanan.
Untuk pengajuan visa tertentu, foto juga memiliki spesifikasi khusus. Portal eVisa resmi Arab Saudi, misalnya, menetapkan persyaratan ukuran dan format foto tertentu.
Sebaiknya siapkan dokumen dalam bentuk fisik dan salinan digital yang disimpan secara aman.
3. Mendaftar Melalui PPIU Resmi
Bagi masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan travel umroh, salah satu hal terpenting adalah memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU yang memiliki izin.
Kementerian Agama mengatur bahwa penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh oleh biro perjalanan harus dilakukan oleh penyelenggara yang memenuhi ketentuan perizinan. Regulasi PPIU juga mengatur aspek pelayanan, perlindungan, administrasi, transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, dan bimbingan ibadah.
Jangan memilih travel hanya berdasarkan harga paket yang paling murah. Pastikan informasi perusahaan, izin, alamat kantor, program perjalanan, fasilitas, dan mekanisme pembayaran dapat diverifikasi.
4. Mengisi Formulir Pendaftaran Umroh
Setelah memilih PPIU, calon jamaah biasanya diminta mengisi formulir pendaftaran.
Data yang diberikan harus sesuai dengan dokumen resmi. Kesalahan penulisan nama, nomor paspor, tanggal lahir, atau data lainnya dapat menyebabkan masalah administrasi.
Sebelum formulir diserahkan, periksa kembali seluruh data.
Jangan memberikan informasi yang tidak benar atau menggunakan dokumen yang tidak sesuai.
5. Menandatangani Perjanjian Perjalanan
Pendaftaran umroh bukan hanya mengenai pembayaran paket. Jamaah juga perlu memahami hak dan kewajibannya.
Regulasi penyelenggaraan umroh mengatur bahwa pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir, membayar biaya sesuai paket yang dipilih, serta menandatangani perjanjian yang memuat hak dan kewajiban jamaah serta PPIU.
Karena itu, baca perjanjian sebelum melakukan pembayaran.
Perhatikan informasi seperti:
- Harga paket.
- Jadwal keberangkatan.
- Hotel.
- Penerbangan.
- Transportasi.
- Konsumsi.
- Visa.
- Program ziarah.
- Bimbingan ibadah.
- Ketentuan pembatalan.
- Pengembalian dana.
- Biaya tambahan.
6. Memenuhi Persyaratan Visa
Visa merupakan bagian penting dalam perjalanan umroh.
Jenis visa yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan perjalanan. Jangan menganggap semua jenis visa Arab Saudi memiliki fungsi dan persyaratan yang sama.
Portal resmi Arab Saudi menyatakan bahwa tourist eVisa dapat digunakan untuk melakukan umroh, tetapi tidak untuk haji, dan hanya tersedia bagi warga negara dari negara yang memenuhi persyaratan eVisa.
Untuk jamaah Indonesia yang mengikuti paket melalui PPIU, proses administrasi visa umroh umumnya menjadi bagian dari layanan penyelenggara sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena kebijakan visa dapat berubah, jangan membeli tiket atau melakukan pembayaran besar hanya berdasarkan informasi lama dari internet.
7. Memenuhi Persyaratan Kesehatan
Kesehatan menjadi bagian penting dari persiapan umroh. Jamaah akan melakukan perjalanan jauh, berada dalam kerumunan besar, berjalan cukup banyak, serta menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda dengan Indonesia.
Calon jamaah sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat, terutama bagi lansia atau jamaah yang memiliki kebutuhan kesehatan khusus.
Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kesiapan fisik dan kebutuhan obat selama perjalanan.
8. Vaksinasi Meningitis
Vaksinasi meningitis perlu menjadi perhatian calon jamaah.
Dalam regulasi Kementerian Agama yang mengatur penyelenggaraan perjalanan umroh, vaksinasi meningitis disebut sebagai kewajiban jamaah dan menjadi tanggung jawab individu, sementara PPIU dapat memfasilitasi proses vaksinasi.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga secara khusus menempatkan jamaah haji dan umroh sebagai kelompok yang perlu memperhatikan risiko meningitis dan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
Karena persyaratan kesehatan dapat diperbarui, calon jamaah sebaiknya memeriksa ketentuan vaksin terbaru sebelum keberangkatan.
9. Menyiapkan Bukti atau Dokumen Kesehatan
Selain vaksinasi, jamaah dapat diminta memenuhi dokumen kesehatan tertentu sesuai kebijakan yang berlaku.
PPIU biasanya akan memberikan informasi mengenai dokumen kesehatan yang diperlukan untuk program keberangkatan.
Jangan menunggu sampai mendekati hari keberangkatan. Jika terdapat pemeriksaan kesehatan atau vaksinasi yang diperlukan, lakukan persiapan lebih awal.
10. Membayar Biaya Umroh Sesuai Paket
Setelah persyaratan administrasi terpenuhi, jamaah perlu melakukan pembayaran sesuai paket yang dipilih.
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan:
- Nama perusahaan jelas.
- Status PPIU dapat diverifikasi.
- Paket perjalanan tertulis.
- Fasilitas dijelaskan secara rinci.
- Jadwal keberangkatan jelas.
- Ketentuan pembatalan tersedia.
- Rekening pembayaran sesuai dengan informasi resmi perusahaan.
Hindari transfer ke rekening pribadi apabila tidak ada penjelasan resmi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
11. Mengikuti Bimbingan Manasik Umroh
Persyaratan umroh bukan hanya masalah administrasi.
Jamaah juga perlu mempersiapkan pengetahuan mengenai tata cara ibadah.
PPIU memiliki kewajiban memberikan bimbingan ibadah kepada jamaah. Dalam regulasi Kementerian Agama, bimbingan dilakukan sebelum keberangkatan, selama perjalanan, dan selama berada di Arab Saudi.
Materi manasik dapat mencakup:
- Ihram.
- Niat umroh.
- Talbiyah.
- Tawaf.
- Sa’i.
- Tahallul.
- Larangan ihram.
- Adab di Tanah Suci.
- Tata cara perjalanan.
- Keselamatan jamaah.
12. Menyiapkan Foto Sesuai Ketentuan
Foto menjadi salah satu dokumen yang dapat dibutuhkan dalam proses administrasi.
Jangan menggunakan foto sembarangan. Apabila proses visa menggunakan sistem tertentu, ikuti spesifikasi foto yang ditetapkan sistem tersebut.
Sebagai contoh, portal eVisa resmi Saudi mencantumkan ukuran foto 200 × 200 piksel, ukuran file tertentu, latar putih, dan ketentuan posisi wajah.
Namun, persyaratan foto dapat berbeda berdasarkan jenis visa yang digunakan.
13. Menyiapkan Tiket dan Informasi Penerbangan
Setelah proses administrasi berjalan, jamaah perlu mendapatkan informasi penerbangan.
Simpan tiket atau itinerary dalam bentuk digital dan cetak jika diperlukan.
Pastikan nama pada tiket sesuai dengan paspor. Periksa juga bandara keberangkatan, waktu penerbangan, ketentuan bagasi, transit, dan jadwal kepulangan.
Untuk paket umroh melalui PPIU, informasi penerbangan biasanya menjadi bagian dari program perjalanan.
14. Menyiapkan Akomodasi dan Transportasi
Hotel dan transportasi merupakan bagian penting dari perjalanan.
Regulasi penyelenggaraan umroh di Indonesia mengatur bahwa PPIU memberikan pelayanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan, serta administrasi kepada jamaah.
Calon jamaah sebaiknya meminta informasi hotel secara jelas, termasuk lokasi, nama hotel, tipe kamar, jumlah penghuni, serta jaraknya dari masjid.
Informasi ini penting untuk memastikan paket yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.
15. Menyiapkan Asuransi dan Perlindungan Perjalanan
Perlindungan jamaah juga perlu diperhatikan.
Regulasi penyelenggaraan perjalanan umroh mencakup perlindungan berupa asuransi jiwa, kesehatan, dan kecelakaan serta bantuan pengurusan dokumen jamaah yang hilang selama perjalanan.
Tanyakan kepada travel mengenai cakupan perlindungan yang termasuk dalam paket.
Jangan hanya menganggap kata “asuransi” berarti semua kebutuhan medis atau perjalanan otomatis ditanggung. Pahami manfaat, batas pertanggungan, serta prosedur klaim.
16. Persiapkan Kebutuhan Khusus untuk Lansia
Jamaah lansia membutuhkan persiapan tambahan.
Sebelum keberangkatan, siapkan obat rutin, dokumen kesehatan, alat bantu jika diperlukan, serta informasi kontak keluarga dan pembimbing.
Pilih paket dengan fasilitas yang sesuai kemampuan fisik jamaah.
Jika memiliki kondisi khusus, informasikan kepada travel agar dapat dilakukan koordinasi selama perjalanan.
17. Siapkan Perlengkapan Umroh
Setelah administrasi selesai, mulai persiapkan perlengkapan.
Beberapa kebutuhan yang dapat dipersiapkan:
- Kain ihram.
- Mukena.
- Pakaian.
- Sandal atau alas kaki nyaman.
- Tas kecil.
- Tas dokumen.
- Obat pribadi.
- Perlengkapan mandi.
- Charger.
- Adaptor.
- Masker.
- Botol minum.
- Buku doa dan manasik.
Jangan membawa barang secara berlebihan karena dapat menyulitkan perjalanan.
18. Berapa Lama Sebaiknya Mempersiapkan Umroh?
Tidak ada satu angka waktu yang berlaku untuk semua jamaah. Namun, semakin awal persiapan dilakukan, semakin banyak waktu untuk memeriksa dokumen, kesehatan, visa, pembayaran, perlengkapan, dan manasik.
Idealnya, calon jamaah mulai mempersiapkan perjalanan beberapa bulan sebelum keberangkatan.
Jangan menunggu sampai beberapa hari sebelum berangkat untuk mengecek paspor, vaksinasi, dokumen, atau perlengkapan.
Checklist Syarat Daftar Umroh 2026
Gunakan checklist berikut agar persiapan lebih mudah:
Paspor masih berlaku.
Data paspor sudah benar.
KTP dan dokumen identitas tersedia.
Foto sesuai ketentuan.
Memilih PPIU resmi.
Mengisi formulir pendaftaran.
Membaca dan menandatangani perjanjian.
Membayar sesuai ketentuan.
Memproses visa.
Memenuhi persyaratan vaksinasi.
Melakukan pemeriksaan kesehatan.
Memahami itinerary.
Mengikuti manasik.
Menyiapkan perlengkapan.
Menyiapkan dana pribadi dan dana darurat.
Menyimpan salinan dokumen.
Tips Memilih Travel Umroh yang Aman
Harga murah memang menarik, tetapi keamanan dan legalitas harus menjadi prioritas.
Sebelum mendaftar, lakukan beberapa pemeriksaan:
Cek legalitas PPIU
Pastikan travel memiliki izin yang sesuai dan informasi perusahaan dapat diverifikasi.
Bandingkan fasilitas
Jangan hanya membandingkan harga. Bandingkan hotel, penerbangan, transportasi, konsumsi, pembimbing, dan layanan kesehatan.
Baca perjanjian
Pastikan semua fasilitas yang dijanjikan tercantum secara jelas.
Hindari tekanan untuk transfer cepat
Jika calon jamaah dipaksa segera membayar tanpa diberikan informasi yang jelas, sebaiknya berhati-hati.
Simpan bukti pembayaran
Simpan kuitansi, invoice, bukti transfer, perjanjian, dan komunikasi penting dengan travel.
FAQ Syarat Daftar Umroh
Apa syarat utama daftar umroh?
Syarat utama meliputi dokumen identitas dan perjalanan, paspor, visa yang sesuai, persyaratan kesehatan dan vaksinasi, pendaftaran melalui penyelenggara yang sesuai ketentuan, serta pembayaran paket perjalanan.
Apakah paspor wajib untuk umroh?
Ya. Jamaah Indonesia yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi memerlukan paspor yang memenuhi persyaratan perjalanan dan visa yang digunakan.
Apakah vaksin meningitis wajib untuk umroh?
Ketentuan vaksinasi perlu diperhatikan. Regulasi Kementerian Agama mencantumkan vaksinasi meningitis sebagai kewajiban jamaah, dan ketentuan kesehatan Arab Saudi juga perlu diperiksa sebelum keberangkatan karena dapat diperbarui.
Apakah umroh harus menggunakan travel?
Untuk jamaah Indonesia yang menggunakan penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh melalui biro perjalanan, penyelenggara harus memenuhi ketentuan sebagai PPIU. Jalur visa dan aturan masuk juga bergantung pada jenis visa serta kebijakan Arab Saudi yang berlaku.
Apakah tourist visa bisa digunakan untuk umroh?
Portal resmi Visit Saudi menyatakan tourist eVisa dapat digunakan untuk umroh, tetapi hanya bagi warga negara yang memenuhi syarat eVisa dan tidak berlaku untuk haji. Indonesia perlu diperiksa status eligibility-nya pada saat pengajuan karena daftar negara dapat berubah.
Kapan sebaiknya mulai mendaftar umroh?
Sebaiknya dilakukan jauh sebelum keberangkatan agar tersedia waktu untuk menyiapkan dokumen, kesehatan, vaksinasi, pembayaran, visa, perlengkapan, dan manasik.
Kesimpulan
Syarat daftar umroh terbaru 2026 perlu dipersiapkan secara menyeluruh, bukan hanya dengan menyiapkan biaya perjalanan. Calon jamaah perlu memastikan paspor, dokumen identitas, visa, kesehatan, vaksinasi, administrasi pendaftaran, pembayaran, serta persiapan manasik.
Bagi jamaah Indonesia yang menggunakan travel, pilih PPIU resmi dan dapat diverifikasi. Jangan mudah tergiur paket dengan harga sangat murah sebelum mengetahui fasilitas, legalitas, jadwal, hotel, penerbangan, perlindungan, serta ketentuan pembatalannya.
Yang tidak kalah penting, ketentuan visa dan kesehatan Arab Saudi dapat berubah. Karena itu, informasi di internet sebaiknya dijadikan referensi awal dan dikonfirmasi kembali kepada PPIU serta sumber resmi sebelum keberangkatan.
Untuk pembaruan kebijakan, calon jamaah dapat merujuk pada informasi resmi Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta portal resmi visa Arab Saudi.
Dengan persiapan administrasi, kesehatan, finansial, dan ibadah yang matang, perjalanan ke Tanah Suci diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, tertib, dan fokus pada tujuan utama: beribadah kepada Allah SWT.




